Monday, May 12, 2008

Diagnosis dan tatalaksana kondisi darurat Vertigo

Sekitar limapuluh persen orang tua yang berusia 70 tahun mengeluh pusing (vertigo) dan mereka datang ke dokter karena kawatir terjatuh dan cedera akibat serangan vertigonya, dikatakan Dr. Abdulbar Hamid SpS, dari Dept. Neurologi FKUI-RSCM pada saat simposium 3rd Updates in Neuroemergencies, 4 Maret 2006 kemarin.

Vertigo berasal dari bahasa latin "vertere"= memutar. vertigo ialah adanya sensasi gerakan atau rasa gerak dari tubuh atau lingkungan sekitarnya, dapat disertai gejala otonom yaitu pucat, keringat dingin, mual, muntah dan pusing. Vertigo mencerminkan adanya gangguan sistem deteksi orientasi seseorang.

Organ yang mempengaruhi sistem deteksi orientasi seseorang adalah:

1. Organ vestibuler: statis labirin (utrikulus dan sakulus), kinetik labirin (kanalis semisirkularis, ampula)

2. Organ optokinetik: retina, otot bola mata

3. Organ somatokinetik: kulit, sendi, otot dll.

Kausa vertigo sendari dibagi menjadi 2 kelompok yaitu:

1. Vestibuler

a. Drugs: alkohol

b. Fisiologis: motion sickness

c. Vestibular neuronitis

d. Meniere's disease

e. Labyrnthitis

f. Post-traumatic vertigo

g. Perilymphatic fistula

2. Non-vestibuler (sentral)

a. Cerebeller hemorrhage

b. Brainstem ischemic attacks

c. Basilar artery migrane

d. Posterior fossa tumors

e. Multiple sclerosis.

Berdasarkan gejala klinis vertigo dapat dibedakan menjadi 3 kelompok yaitu:

1. Vertigo Paroksismal

ialah vertigo yang datang serangannya mendadak, berlangsung selama beberapa menit atau hari, kemudian menghilang sempurna, namun suatu ketika serangan tersebut muncul kembali.

2. Vertigo kronis

Vertigo yang menetap lama, keluhannya konstan tidak membentuk serangan-serangan akut.

3. Vertigo akut

Vertigo yang datang serangannya mendadak/akut, berangsur mengurang tetapi pasien tidak pernah bebas sama sekali dari keluhan.

Untuk terapinya dibagi menjadi:

1 Terapi kausal

sebagian besar kausa vertigo tidak diketahui penyebabnya, sehingga terapi biasanya bersifat simtomatik. Terapi kausal disesuaikan dengan faktor penyebabnya.

2. Terapi simtomatik

ditujukan kepada 2 gejala utama yaitu rasa berputar dan gejala otonomnya. Pemilihan obat-obat anti vertigo tergantung pada efek obat bersangkutan, berat ringan vertigo dan fasenya. Misalnya pada fase akut dapat diberikan obat penenang untuk menghilangkan rasa cemas, disamping anti vertigo lainnya.

3. Terapi Rehabilitasi

Bertujuan untuk membangkitkan dan meningkatkan kompensasi sentral dan habituasi pada pasien dengan gangguan vestibuler. Beberapa bentuk latihan yang dapat dilakukan adalah latihan vestibuler, latihan visual vestibuler atau latihan berjalan.


sumber : www.kalbefarma.com

No comments:

Post a Comment