Saturday, January 10, 2009

Mengapa Pria Lebih Banyak Berketombe?

Ketombe, hal kecil yang berdampak besar. Bagi mereka yang mengalaminya, ketombe dapat mempengaruhi kepercayaan diri. Serpihan putih bagai taburan keju yang jatuh ke pakaian akan sangat mengganggu penampilan. Pada kaum pria khususnya, ketombe merupakan permasalahan kulit kepala yang kerap terjadi. Mengapa pria lebih banyak berketombe? Apa saja penyebab ketombe? Lalu, bagaimana cara mengatasi ketombe yang membandel?

Tentang Ketombe

Sebelum mengetahui penyebab ketombe, ada baiknya kita ketahui dulu apa sebenarnya ketombe. Ketombe merupakan suatu kondisi kulit kepala kronis yang umum terjadi. Ditandai oleh rasa gatal dan terjadinya pengelupasan pada kulit kepala. Ketombe bukanlah sesuatu yang menular. Memang terkadang ketombe sulit untuk dihilangkan, namun masih dapat dikendalikan.

Pada kebanyakan orang, ketombe mudah untuk dikenali dengan adanya lapisan putih dan berminyak dari sel kulit mati yang terlihat seperti titik di rambut disertai dengan rasa gatal.

Ada beberapa penyebab timbulnya ketombe. Diantarnya adalah sebagai berikut :

  • Kulit kering, Kulit kering merupakan penyebab umum timbulnya rasa gatal dan pengelupasan kulit. Pengelupasan kulit karena kulit kering umumnya lebih kecil dan lebih sedikit berminyak dibanding penyebab ketombe lainnya.
  • Iritasi kulit dan kulit kepala berminyak (seborrheic dermatitis),
    Ini adalah penyebab tersering ketombe. Ditandai dengan kulit kepala berminyak yang tertutup lapisan putih atau kekuningan. Seborrheic dermatitis juga mempengaruhi bagian tubuh dengan banyak kelenjar minyak seperti alis, sisi hidung dan belakang telinga, serta terkadang ketiak.
  • Jarang keramas, Jika Anda tidak teratur keramas maka minyak dan sel kulit dari kulit kepala akan dapat menyebabkan ketombe.
  • Psoriasis, Penyakit kulit ini menyebabkan penumpukan sel kulit mati yang membentuk lapisan tebal seperti perak. Psoriasis biasanya terjadi di lutut dan siku namun dapat juga mempengaruhi kulit kepala.
  • Eksim, Eksim pada kulit kepala memungkinkan timbulnya ketombe.
  • Sensitif terhadap produk perawatan rambut (dermatitis kontak), Dapat menyebabkan merah dan gatal pada kulit kepala. Keramas terlalu sering atau menggunakan terlalu banyak produk perawatan rambut juga dapat mengiritasi kulit kepala dan akhirnya menyebabkan ketombe.
  • Jamur malassezia, Jamur malassezia sejatinya ada di kulit kepala orang dewasa sehat tanpa menimbulkan permasalahan. Tetapi terkadang pertumbuhannya tidak dapat dikendalikan karena mendapat makanan dari minyak yang keluar dari folikel rambut. Ini dapat mengiritasi kulit kepala dan dan menyebabkan lebih banyak sel kulit yang tumbuh. Kelebihan sel kulit mati akan mulai berjatuhan, ditambah dengan minyak dari rambut dan kulit kepala akan terlihat seperti lapisan putih di kulit kepala.
    Penyebab pasti pertumbuhan berlebih jamur malassezia belumlah diketahui. Minyak berlebih di kulit kepala, perubahan hormon, stres, penyakit saraf seperti Parkinson, imunitas menurun, jarang keramas, dan juga sensitif terhadap jamur malassezia dapat menyebabkan timbulnya ketombe.

Ketombe dapat dialami oleh siapa pun. Tetapi ada beberapa faktor yang membuat seseorang dapat mengalami ketombe dibandingkan orang lainnya, yakni:

  • Usia, Ketombe umumnya mulai dialami oleh orang dewasa muda dan berlanjut sampai usia pertengahan. Namun tidak tertutup kemungkinan mereka yang lebih tua tidak berketombe karena bagi sebagian orang, ketombe dapat menjadi masalah yang membandel.
  • Pria, Pria lebih banyak berketombe. Para ahli berpikir ini ada hubungannya dengan hormon pria yang turut andil dalam timbulnya ketombe. Pria juga diketahui memiliki kelenjar produksi minyak yang lebih besar di kulit kepalanya yang dapat berperan dalam menimbulkan ketombe.
  • Kulit kepala dan rambut berminyak, Jamur malassezia hidup dengan mendapat makanan dari minyak di kulit kepala. Sehingga mereka yang memiliki kulit kepala dan rambut terlalu berminyak akan lebih cenderung berketombe.
  • Pola makan, Pola makan yang kurang asupan zat besi (zink) dan vitamin B dapat membuat Anda kemungkinan berketombe.
  • Penyakit tertentu, Memang masih belum jelas bahwa orang dewasa dengan penyakit neurologis seperti Parkinson lebih mungkin mengalami seborrheic dermatitis dan ketombe. Demikian juga dengan mereka yang mengalami stres dan masalah imunitas tubuh.

Mengatasi Ketombe

Bagi Anda yang berketombe, Anda masih dapat berlega hati karena ketombe hampir dapat selalu dikendalikan. Namun perawatan terhadap ketombe yang muncul memerlukan sedikit ketekunan dan kesabaran. Secara umum, ketombe ringan masih dapat diatasi dengan keramas teratur dengan menggunakan sampo yang lembut untuk mengurangi minyak dan tumbuhnya sel kulit baru.

Namun ketika sampo biasa gagal mengatasi masalah ketombe, Anda dapat mencoba sampo antiketombe yang banyak dijual bebas. Yang perlu diingat adalah bahwa tidak semua sampo antiketombe sama, boleh jadi Anda harus mencoba beberapa jenis sampo sampai menemukan yang cocok untuk mengatasi ketombe Anda.

Sampo antiketombe dapat dikelompokkan menurut kandungannya:

  • Sampo zinc pyrithione, Mengandung zinc pyrithione yang merupakan agen antibakteri dan antijamur. Dapat mengurangi jamur di kulit kepala yang menyebabkan ketombe dan seborrheic dermatitis.
  • Sampo berbahan dasat ter, Ter batubara yang merupakan hasil dari proses pabrikasi batubara dapat membantu mengatasi ketombe, seborrheic dermatitis, dan psoriasis dengan cara memperlambat kematian sel kulit dan pengelupasan kulit kepala.
  • Sampo yang mengandung asam salisilat, Sampo jenis ini membantu menghilangkan lapisan ketombe, namun dapat menyebabkan kulit kepala menjadi kering. Gunakan kondisioner setelah keramas untuk mengurangi rasa kering di kulit kepala.
  • Sampo selenium sulfide, Bekerja dengan memperlambat kematian sel kulit dan dapat mengurangi jamur malassezia. Sampo jenis ini dapat melunturkan rambut yang diwarnai, jadi pastikan untuk menggunakannya sesuai petunjuk dan bilas dengan baik setelah keramas.
  • Sampo ketoconazole, Ketoconazole merupakan agen antijamur berspektrum luas yang bisa jadi bekerja ketika sampo yang lain telah gagal.

Sedikit tips untuk menggunakan sampo antiketombe:

  • Gunakan salah satu sampo tersebut secara rutin setiap hari sampai ketombe dapat dikendalikan, kemudian menjadi 2-3 kali seminggu. Jika satu jenis sampo bekerja dalam satu waktu dan tampak mulai kehilangan efektivitasnya, cobalah untuk bergantian mencoba dua jenis sampo antiketombe. Pastikan untuk membiarkan sampo setidaknya 5 menit di kepala agar kandungan sampo dapat bekerja.
  • Jika selama beberapa minggu Anda telah mencoba sampo antiketombe namun ketombe masih saja membandel, Anda masih merasakan gatal di kulit kepala atau kulit kepala Anda menjadi merah dan bengkak, segera temui dokter ahli kulit. Dokter akan meresepkan sampo yang lebih kuat atau terapi dengan cairan steroid.

Berikut beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi resiko mengalami ketombe:

  • Kendalikan stres, Stres dapat mempengaruhi kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan dan dapat membuat Anda mudah terkena penyakit. Stres juga dapat memicu terjadinya ketombe atau memperburuk ketombe yang telah ada.
  • Keramas secara teratur, Jika kulit kepala Anda cenderung berminyak, keramas secara teratur setiap hari dapat membantu mencegah ketombe.
  • Kurangi produk perawatan rambut, Hair sprays, styling gels, mousses dan hair waxes dapat membuat kulit kepala Anda berminyak.
  • Makan sehat, Cukuplah mengkonsumsi zat besi (zink) dan vitamin B untuk membantu mencegah ketombe.
  • Sedikit sinar matahari, Sinar matahari baik untuk mengatasi ketombe. Tetapi ingatlah bahwa paparan ultraviolet dapat merusak kulit dan meningkatkan resiko kanker kulit sehingga sebaiknya jangan berjemur diri. Luangkan waktu sebentar untuk keluar. Jangan lupa gunakan tabir surya.
sumber : www.medicastore.com

1 comment:

  1. Great blog..thanks 4 th3 useful articles here...

    ReplyDelete