Friday, May 15, 2009

Morning Sickness / Mual pada pagi hari : Berpeluang Miliki Anak Cerdas

TORONTO,Kompas.com --- Para ibu yang menderita mual pada pagi hari selama masa hamil memiliki peluang lebih baik untuk memiliki bayi yang lebih cerdas. Demikian temuan beberapa ilmuwan Kanada.

Beberapa peneliti di Hospital for Sick Children’s Motherisk Program, Toronto, mendapati bahwa mual pagi hari muncul berkaitan dengan peningkatan perkembangan syaraf pada janin.

Bagi tujuan studi tersebut, 121 perempuan hamil direkrut antara 1998 dan 2003 melalui jalur penghubung mual pagi hari yang dikelola oleh Motherisk Program.


Peserta studi itu dibagi menjadi tiga kelompok: ibu yang mengalami mual pagi hari dan dirawat dengan "dicletin" (obat yang digunakan dalam perawatan mual dan muntah selama masa hamil); mereka yang mengalami mual pagi hari dan tak diberi "dicletin"; dan mereka yang tak mengalami mual pagi hari.

Kecerdasan dan prilaku anak-anak pada masa kehamilan ibu mereka saat itu dinilai ketika anak-anak itu berusia tiga tahun dan tujuh tahun. Anak-anak tersebut diberikan tes psikologi yang seusia dengan usia mereka, termasuk tindakan kecerdasan dan prilaku, demikian laporan kantor berita resmi China, Xinhua.

Faktor lain seperti IQ ibu, jumlah rokok yang dihisap setiap hari, konsumsi alkohol dan status sosial-ekonomi juga diperhitungkan. Studi tersebut mendapati bahwa semua anak di dalam ketiga kelompok tersebut memiliki nilai dalam kategori normal dalam hasil perkembangan syaraf. Tetapi anak dari ibu yang mengalami mual pagi hari memiliki nilai lebih tinggi dalam penampilan IQ, kefasihan lisan, pemrosesan fonologi dan ingatan akan angka.

Secara luar biasa, para peneliti itu menemukan, makin parah mual pagi hari, makin mungkin anak yang dikandung meraih nilai lebih tinggi. Mereka menyatakan bahwa IQ ibu juga memainkan peran dalam hasil tersebut. Hasil penelitian mereka disiarkan di dalam edisi online "The Jounal of Pediatrics".

Mual pagi hari, yang mempengaruhi sebanyak 80 persen wanita hamil, seringkali merupakan salah satu tanda pertama kehamilan, yang secara khusus dimulai sekitar pekan kedua kehamilan. Banyak dokter berspekulasi itu adalah hasil dari perubahan tingkat hormon, seperti estrogen, HCG (human chorionic gonadotropin), dan thyroxine.

Monday, May 4, 2009

Mengatasi Cairan Berlebih pada Vagina

Pada saat Anda merasa stres, lelah, atau setelah melahirkan, hormon Anda akan berubah menjadi tidak stabil. Jika hal ini terjadi maka akan memicu vagina untuk mengeluarkan cairan dalam jumlah yang tidak terkontrol. Sebagai akibatnya, banyak pasangan suami istri yang mengeluhkan dampaknya terhadap hubungan seks mereka yang tidak lagi nikmat.

Berikut ini terdapat beberapa tips untuk mengatasinya, antara lain ...


1. Totok vagina
Cara ini adalah dengan menekan titik-titik syaraf yang berhubungan dengan syaraf vagina. Totok Vagina berguna untuk membuat aliran darah menjadi lancar dan tidak terjadi penyumbatan-penyumbatan. Selain itu dapat pula menguatkan otot-otot di daerah panggul dan otot daerah kewanitaan. Jika aliran darah lancar, cairan pada vagina pun keluar dengan normal, tidak berlebihan. Jika otot-otot panggul kuat, kehidupan seksual Anda pun semakin berkualitas. Totok vagina biasanya dilakukan oleh orang yang sudah ahli.

2. Pengasapan atau V "fogging" (ratus)
Ratus kerap dilakukan perempuan zaman dulu. Caranya, dengan membakar rempah-rempah wangi di wadah yang disebut anglo. Guna pengasapan adalah untuk mematikan bakteri dan menjaga vagina tetap kering. Anda pun dapat melakukan sendiri di rumah dengan membeli perlengkapan berupa anglo, kursi rotan khusus, dan rempah wangi yang kini banyak dijual. Jangan terlalu sering melakukan ratus, cukup dua minggu sekali. Jika terlalu sering, bakteri yang berguna bagi vagina jadi ikut mati. Hal ini malah akan membuat daya tahan vagina terhadap penyakit menjadi menurun.

3. Perawatan dari dalam
Minum jamu-jamuan juga layak dilirik, misalnya ramuan berupa racikan kunyit, asam, dan daun sirih. Diminum seminggu 2-3 kali. Jika ingin praktis, sudah ada kok jamu yang berbentuk pil. Namun, ingat, konsumsilah jamu-jamuan yang sudah terdaftar secara resmi.

Sumber : Kompas.com

Saturday, March 28, 2009

Vitamin C Turunkan Kadar Asam Urat

VITAMIN C ternyata tak hanya bagus untuk memperbaiki kondisi tubuh usai operasi atau saat lemah, melainkan juga baik bagi mereka yang menderita penyakit asam urat atau gout, satu bentuk rematik yang menyebabkan munculnya peradangan pada sendi-sendi.

"Asupan vitamin C menyediakan pilihan lain yang bermanfaat dalam mencegah penyakit asam urat," jelas Dr. Hyon Choi dan koleganya dari universitas British Columbia di Vancouver, Kanada.

Korban-korban penyakit gout memiliki ciri biasanya berusia 40-an atau lebih dan pria, meski kadang juga wanita. Vitamin C dikatakan para ahli ini dapat menurunkan kadar asam urat dalam darah.

Gout, merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada sendi dan terkait dengan penyalahgunaan alkohol, kegemukan, tekanan darah tinggi dan diet tinggi daging serta keju.

Di Amerika Serikat, penyakit ini nyaris menyerang sekitar 3 juta warga. Sebuah observasi atas 47.000 pria Amerika dari tahun 1986 hingga 2006 dengan beragam masalah kesehatan menemukan bahwa setiap 500 mg vitamin C yang dikonsumsi menurunkan risiko terkena gout hingga 17 persen.

Sementara itu. sekitar 70 mg vitamin C dapat Anda peroleh dari sebuah jeruk. Konsentrasi lebih tinggi dapat diperoleh dari pil suplemen.

Risiko makin berkurang hingga 45 persen bagi mereka yang mengonsumsi Vitamin C 1.500 mg per hari dibanding mereka yang mengonsumsi 250 mg per hari, kata tim yang dikepalai Choi yang sekarang mengajar di Universitas Boston, Amerika Serikat.

Sumber : Yahoo!Health"

Tuesday, March 24, 2009

Is Nicotine Patch really safe? | I Love My Health!

Is Nicotine Patch really safe? | I Love My Health!: "Nicotine patches appear to be safe aide for smoking cessation, even among patients with coronary artery disease and active ischemia, finds a study by Methodist DeBakey Heart Center researchers.

In this prospective, multicenter, randomized, placebo-controlled trial, 55 participants who had a greater than nine percent ischemic perfussion defect size ( based on SPECT scan) and who smoked over 20 cigarettes per day were randomly required to receive eight 21 mg nicotine patches or placebo patches while continuing to smoke."


Add to Google Add to My Yahoo! Add to My AOL Add this Content to Your Site