Showing posts with label Lymphoma. Show all posts
Showing posts with label Lymphoma. Show all posts

Wednesday, June 11, 2008

Lymphoma Overview

Lymphoma is a type of cancer involving cells of the immune system, called lymphocytes. Just as cancer represents many different diseases, lymphoma represents many different cancers of lymphocytes—about 35 different subtypes, in fact.

Lymphoma is a group of cancers that affect the cells that play a role in the immune system, and primarily represents cells involved in the lymphatic system of the body.

  • The lymphatic system is part of the immune system. It consists of a network of vessels that carry a fluid called lymph, similar to the way that the network of blood vessels carry blood throughout the body. Lymph contains white blood cells called lymphocytes. Lymphocytes attack a variety of infectious agents as well as many cells in the precancerous stages of development.

  • Lymph nodes are small collections of lymph tissue that occur throughout the body. The lymphatic system involves lymphatic channels that connect thousands of lymph nodes scattered throughout the body. Lymph flows through the lymph nodes, as well as through other lymphatic tissues including the spleen, the tonsils, the bone marrow, and the thymus gland.

  • These lymph nodes filter the lymph, which may carry bacteria, viruses, or other microbes. The lymph nodes, or glands as they may be called, filter the lymph, which may on various occasions carry different microbial organisms. At infection sites, large numbers of these microbial organisms collect in the regional nodes and produce the swelling and tenderness typical of a localized infection. These enlarged and occasionally confluent collections of lymph nodes (so-called lymphadenopathy) are often referred to as "swollen glands."
Lymphocytes recognize pathogens (infections and abnormal cells) and destroy them. There are 2 major subtypes of lymphocytes: B lymphocytes and T lymphocytes, also referred to as B cells and T cells.
  • B lymphocytes produce antibodies (proteins that circulate through the blood and lymph and attach to infectious organisms and abnormal cells). The combination attachment cell or antibody microbial organism essentially alerts other cells of the immune system recognize and destroy these intruders, also known as pathogens.

  • T cells, when activated, can kill pathogens directly. T cells also play a part in the mechanisms of immune system control, to prevent the system from inappropriate overactivity or underactivity.

  • After fighting off an invader, some of the B and T lymphocytes "remember" the invader and are prepared to fight it off if it returns.

Cancer occurs when normal cells undergo a transformation whereby they grow and multiply uncontrollably. Lymphoma is a malignant transformation of either lymphocytes B or T cells or their subtypes.

  • As the abnormal cells multiply, they may collect in 1 or more lymph nodes or in other lymph tissues such as the spleen.

  • As the cells continue to multiply, they form a mass often referred to as a tumor.

  • Tumors often overwhelm surrounding tissues by invading their space, thereby depriving them of the necessary oxygen and nutrients needed to survive and function normally.

  • Because of their uncontrolled growth, lymphomas can encroach on and/or invade neighboring tissues or distant organs.

  • In lymphoma, abnormal lymphocytes travel from one lymph node to the next, and sometimes to remote organs, via the lymphatic system.

  • While lymphomas are often confined to lymph nodes and other lymphatic tissue, they can spread to other types of tissue almost anywhere in the body. Lymphoma development outside of lymphatic tissue is called extranodal disease.

Lymphomas fall into 1 of 2 major categories. Hodgkin lymphoma (HL, previously called Hodgkin's disease) and all other lymphomas (non-Hodgkin lymphomas or NHLs).

  • These 2 types occur in the same places, may be associated with the same symptoms, and often have similar gross physical characteristics. However, they are readily distinguishable via microscopic examination.

  • Hodgkin disease develops from a specific abnormal B lymphocyte lineage. NHL may derive from either abnormal B or T cells and are distinguished by unique genetic markers.

  • There are 5 subtypes of Hodgkin disease and about 30 subtypes of non-Hodgkin lymphoma.

  • Because there are so many different subtypes of lymphoma, the classification of lymphomas is complicated and includes both the microscopic appearance and well-defined genetic and molecular rearrangements.

  • Many of the NHL subtypes look similar, but they are functionally quite different and respond to different therapies with different probabilities of cure. HL subtypes are microscopically distinct, and typing is based upon the microscopic differences as well as extent of disease.

Lymphoma is the most common type of blood cancer in the United States. It is the sixth most common cancer in adults and the third most common in children. Non-Hodgkin lymphoma is far more common than Hodgkin disease.

  • In the United States, about 54,000 new cases of NHL and 7000 new cases of HL were diagnosed in 2004, and the overall incidence is increasing.

  • About 24,000 people die of NHL and 1400 of HL each year, with the survival rate of all but the most advanced cases of HL greater than that of other lymphomas.

  • Lymphoma can occur at any age, including childhood. Hodgkin disease is most common in 2 age groups: young adults aged 16-34 years and in older people aged 55 years and older. Non-Hodgkin lymphoma is more likely to occur in older people.
Click here for more information about Lymphoma.

Monday, June 9, 2008

Limfoma non Hodgkin indolen versus agresif

Limfoma non Hodgkin indolen versus agresif

Klasifikasi limfoma non Hodgkin didasarkan pada sejumlah kriteria. Suatu cara sederhana , tetapi sahih, untuk melihat ini adalah dengan menggunakan dua klasifikasi, atau levelan, dari limfoma non Hodgkin, yang membantu dokter untuk memutuskan pengobatan apa yang aka diberikan pada pasien :

  • Indolen (disebut juga level-rendah atau tumbuh-perlahan)
  • Agresif (juga disebut level-tinggi atau tumbuh-cepat)

Limfoma non Hodgkin tumbuh secara perlahan. Pada awal sering tidak menimbulkan gejala, dan sehingga sering berlangsung beberapa waktu tanpa terdeteksi. Bahkan setelah didiagnosis, kebanyakan tidak memerlukan pengobatan segera, kadang-kadang selama beberapa bulan atau tahun. Pengobatan, jika diperlukan, biasanya efektif membuatnya mengecil dan bahkan menghilang, memberikan suatu periode bebas penyakit, atau 'remisi', pada pasien. Akan tetapi, mereka sering relaps, atau muncul lagi, dan akan lebih banyak pengobatan diperlukan.

Tabel : perbedaan antara LNH indolen dan agresif.


Limfoma non Hodgkin indolen
Limfoma non Hodgkin agresif
Proporsi
40% - 50% 50% - 60%
Pertumbuhan
Lambat Cepat
Penjelasan
Sering tidak kelihatan gejala pada saat diagnosis; diagnosis bisa kapan saja dalam berbagai kasus Gejala kelihatan sebelum diagnosa
Pengobatan
Kadang tidak butuh secepatnya Biasanya butuh secepatnya
Outcome
Respon baik terhadap pengobatan, namun kadang bisa kambuh Respon sangat baik terhadap pengobatan, lebih mudah disembuhkan

Limfoma non Hodgkin agresif tumbuh lebih cepat. Mereka tampaknya lebih menyebabkan gejala daripada limfoma non Hodgkin indolen, dan biasanya mereka membutuhkan pengobatan segera. Meskipun nama agresif kedengarannya sangat menakutkan, limfoma ini sering memberikan respon sangat baik terhadap pengobatan. Mereka, pada kenyataannya, seperti sembuh seutuhnya dibandingkan dengan limfoma non Hodgkin indolen.

Limfoma non Hodgkin indolen dan agresif dapat dibedakan dari penampilannya dibawah mikroskop. Untuk tujuan ini, suatu contoh jaringan limfoma perlu dikumpulkan pada semua pasien. Kebanyakan pasien akan dibiopsi dimana kelenjar yang terserang, atau bagiannya, dilepaskan secara pembedahan. Pada yang lainnya, diagnosis mungkin terjadi secara kebetulan selama prosedur rutin seperti suatu gastroskopi.

Penting untuk membedakan klasifikasi limfoma non Hodgkin , karena pengobatan untuk keduanya dapat sangat berbeda.


......Sebelumnya Baca selengkapnya di sini.................

Apakah Limfoma non Hodgkin itu?

Limfoma adalah suatu penyakit limfosit. Ia seperti kanker, dimana limfosit yang terserang berhenti beregulasi secara normal. Dengan kata lain, limfosit dapat membelah secara abnormal atau terlalu cepat, dan atau tidak mati dengan cara sebagaimana biasanya. Limfosit abnormal sering terkumpul di kelenjar getah bening, sebagai akibatnya kelenjar getah bening ini akan membengkak.

Karena limfosit bersirkulasi ke seluruh tubuh, limfoma – kumpulan limfosit abnormal – juga dapat terbentuk dibagian tubuh lainnya selain di kelenjar getah bening. Limpa dan sumsum tulang adalah tempat pembentukan limfoma di luar kelenjar getah bening yang sering, tetapi pada beberapa orang limfoma terbentuk di perut, hati atau yang jarang sekali di otak. Bahkan, suatu limfoma dapat terbentuk di mana saja. Seringkali lebih dari satu bagian tubuh terserang oleh penyakit ini.

Secara umum, karena sirkulasi alamiah dari getah bening, limfoma biasanya disebut sebagai penyakit yang menyerang seluruh tubuh, dan bukan hanya daerah yang jelas mengalami pembengkakan kelanjar. Kondisi ini dikenal sebagai ‘penyakit sistemik’.

Kebanyakan gejala limfoma timbul karena pembengkakan akibat pengumpulan limfosit abnormal. Gejala yang tepat tergantung pada di bagian tubuh mana pembengkakan terjadi. Sebagai tambahan, limfosit abnormal tidak dapat memenuhi peran normalnya dalam sistim kekebalan tubuh dan, tanpa pengobatan, seseorang dengan limfoma tampaknya lebih mudah terserang infeksi.

Limfoma dapat dibagi dalam dua kelompok utama :

  • Limfoma non Hodgkin (sering ditulis sebagai limfoma non Hodgkin, tanpa apostrofi, atau limfoma non Hodgkin, dan sering secara singkat ditulis LNH)
  • Limfoma Hodgkin (juga dikenal sebagai penyakit Hodgkin)

Situs ini hanya membahas tentang limfoma non Hodgkin

Limfoma non Hodgkin adalah penyakit yang menyerang sel dari sistim limfatik, yang dikenal sebagai sel darah putih, atau limfosit. Klik pada gambar untuk melihat diagram animasi yang menjelaskan limfoma non Hodgkin
Animated diagram explaining non-Hodgkins lymphoma

Limfoma non Hodgkin

Limfoma non Hodgkin adalah salah satu dari dua kelompok limfoma (yang lainnya adalah limfoma Hodgkin). Sel dalam limfoma non Hodgkin tampilan dan perilakunya berbeda dari sel dalam limfoma Hodgkin.

Sangat penting untuk mengetahui secara tepat jenis limfoma non Hodgkin apa yang diderita pasien, seberapa cepat pertumbuhannya, di mana lokasinya dalam tubuh, dan seberapa jauh penyebarannya. Untuk mengetahui hal tersebut, penyakit ini disub-divisikan berdasarkan :

  • Klasifikasi atau grade – ini menginformasikan dokter apakah limfoma non Hodgkin ini indolen (grade/level rendah, atau pertumbuhan lambat) atau agresif (grade tinggi, atau tumbuh cepat).
  • Jenis – dalam klasifikasi indolen atau agresif, penyakit ini selanjutnya dibagi menjadi lebih dari 30 jenis, tergantung dari bagaimana contoh sel, biasanya didapatkan melalui biopsi, tampak di bawah mikroskop. Hal ini juga dikenal sebagai ‘levelan’.

  • Stadium – mengindikasikan di mana limfoma di dalam badan dan berapa jauh penyebaran yang telah terjadi, penyakit ini dibagi dalam stadium I,II,III,IV. Disamping riwayat penyakit pasien dan pemeriksaan fisik, penentuan stadium juga memerlukan pemeriksaan seperti sinar-X, CT scan, PET scan, biopsi sumsum tulang dan pemeriksaan darah.

Informasi ini – klasifikasi, jenis dan stadium – membantu dokter untuk memprediksi bagaimana suatu limfoma non Hodgkin tertentu akan berperilaku dan bagaimana pasien akan terpengaruh. Hal ini juga sangat penting untuk merencanakan pengobatan yang tepat, sehingga semua informasi harus tersedia sebelum pengobatan direncanakan dan dimulai.

.....Sebelumnya Selanjutnya.....

Sistem Limfatik

Sistim limfatik adalah bagian dari sistim kekebalan tubuh. Ia memainkan peran kunci dalam pertahanan tubuh melawan infeksi dan sejumlah penyakit lainnya, termasuk kanker.

Seperti sistim peredaran darah, sistim limfatik adalah suatu sirkulasi, tetapi cairan yang beredar didalamnya adalah getah bening, bukan darah. Sistim limfatik membantu transportasi zat seperti – sel, protein, nutrien, produk sisa/buangan – di seluruh tubuh. Sistim limfatik meliputi : Pembuluh limfatik (sering disebut secara sederhana ‘limfatik’), kelenjar getah bening (sering disebut ‘kelenjar limfe ’) dan Organ seperti limpa dan timus.

Sistem limfatik membantu membawa substansi ke seluruh tubuh. Klik pada ilustrasi untuk melihat animasi yang menunjukkan bagaimana sistem limfatik bekerja
The lymphatic system

Fisiologi dan peran sistim limfatik

Sistim limfatik adalah suatu bagian penting dari sistim kekebalan tubuh, membentengi tubuh terhadap infeksi dan berbagai penyakit, termasuk kanker.

Suatu cairan yang disebut getah bening bersirkulasi melalui pembuluh limfatik, dan membawa limfosit (sel darah putih) mengelilingi tubuh.

Pembuluh limfatik melewati kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening berisi sejumlah besar limfosit dan bertindak seperti penyaring, menangkap organisme yang menyebabkan infeksi seperti bakteri dan virus.

Kelenjar getah bening cenderung bergerombol dalam suatu kelompok – sebagai contoh, terdapat sekelompok besar di ketiak, di leher dan lipat paha.

Ketika suatu bagian tubuh terinfeksi atau bengkak, kelenjar getah bening terdekat sering membesar dan nyeri. Hal berikut ini terjadi, sebagai contoh, jika seseorang dengan sakit leher mengalami ‘pembengkakan kelenjar’ di leher, Cairan limfatik dari tenggorokan mengalir ke dalam kelenjar getah bening di leher, dimana organisme penyebab infeksi dapat dihancurkan dan dicegah penyebarannya ke bagian tubuh lainnya.

Peran penting dari sel T dan sel B

Ada dua jenis utama limfosit:

  • Sel T
  • Sel B

Seperti jenis sel darah lainnya, limfosit, dibentuk dalam sumsum tulang . Kehidupannya dimulai dari sel imatur yang disebut sel induk. Pada awal masa kanak-kanak, sebagian limfosit bermigrasi ke timus, suatu organ di puncak dada, dimana mereka menjadi matur menjadi sel T. Sisanya tetap tinggal di sumsum tulang dan menjadi matur disana sebagai sel B. Sel T dan sel B keduanya berperan penting dalam mengenali dan menghancurkan organisme penyebab infeksi seperti bakteri dan virus.

Dalam keadaan normal , kebanyakan limfosit yang bersirkulasi dalam tubuh adalah sel T. Mereka berperan untuk mengenali dan menghancurkan sel tubuh yang abnormal (sebagai contoh sel yang telah diinfeksi oleh virus).

Sel B mengenali sel dan materi ‘asing’ (sebagai contoh, bakteri yang telah menginvasi tubuh). Jika sel ini bertemu dengan protein asing (sebagai contoh, di permukaan bakteri), mereka memproduksi antibodi, yang kemudian ‘melekat’ pada permukaan sel asing dan menyebabkan perusakannya.

Selanjutnya.......


Add to Google Add to My Yahoo! Add to My AOL Add this Content to Your Site